ARTI SEBUAH SABAR

Allah SWT bersabda: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

"Syaikh Abdurrahman Bajalhaban"
Beliau dikenal banyak orang sebagai suami yang sangat sabar. Khususnya, sabar saat menghadapi kemarahan dan omelan sang istri. Beliau tak pernah membalas kemarahan istrinya meskipun level cerewet istrinya lebih dari perempuan normal kebanyakan. Karena sikap istrinya, lama-lama Syaikh Abdurrahman Bajalhaban tidak betah di rumah. Beliau pun pergi meninggalkan rumah.

Di perjalanan, Syaikh Abdurrahman kehabisan bekal. Tanpa disengaja beliau bertemu dengan dua orang wali yang tengah berkelana. Syaikh Abdurrahman Bajalhaban pun mengutarakan keinginannya untuk turut serta berkelana bersama mereka. Tidur di atas gunung, fokus beribadah kepada Allah SWT. Mereka pun setuju dengan syarat Syekh Bajalhaban ikut serta bergantian menyediakan makanan bagi mereka setiap harinya secara bergilir. Mau tidak mau, beliau mengiyakan.

Hari pertama, giliran wali pertama. Ia menengadahkan tangan dan memohon kepada Allah untuk menurunkan hidangan dari langit. Masyaallah, seketika itu Allah langsung menurunkan hidangan yang sangat lezat. Hari selanjutnya pun begitu yang dilakukan wali kedua. Syekh Bajalhaban sangat mengagumi mereka. Sebab, kedua orang ini setiap kali meminta sesuatu kepada Allah, pasti selalu dikabulkanNya. Minta makanan, Allah memberinya makanan. Minta minuman, Allah menurunkan minuman. Pantas saja dua orang ini tak perlu bekerja namun selalu bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

Tibalah giliran hari Syekh Bajalhaban. Ia pun mulai kebingungan. Syaikh Abdurrahman Bajalhaban mulai coba-coba melakukan hal yang sama yang dilihatnya dari dua orang wali tersebut.

Syekh Bajalhaban memulai shalatnya lantas berdoa sambil menengadahkan kedua tangannya tinggi-tinggi.
Tak lama kemudian, turunlah makanan yang diminta. Bahkan, jumlahnya dua kali lipat dari jumlah yang didapat dua wali pengelana tersebut sebelumnya.

Dua orang wali pengelana ini pun takjub penasaran. Ternyata, ada orang yang memiliki kemampun lebih hebat dari mereka. Mereka pun bertanya kepada Syaikh Abdurrahman Bajalhaban.
“Syaikh, doa apa yang Engkau ucapkan sehingga bisa mendapatkan makanan dari Allah lebih dari yang kami dapat?”

Dalam hati, Syekh Abdurrahman Bajalhaban sebenarnya juga bingung sebab ia baru pertama kali mendapatkan makanan langsung dari Allah. Ia berkata, “Maaf, sebenarnya aku yang ingin tahu doa yang kalian panjatkan saat bermunajat sehingga bisa mendapatkan makanan yang kalian minta dari Allah? Karena barusan, aku hanya berdoa kepada Allah, "Ya Allah, sebagaimana doa yang mereka panjatkan, kabulkanlah pula doa itu untukku!"

Salah satu dari mereka menjawab,
“Begini, Syaikh. Ketika kami ingin sesuatu makanan, kami akan shalat lalu meminta kepada Allah dengan bertawassul melalui Syaikh Abdurrahman Bajalhaban, seorang wali yang saleh diangkat derajatnya oleh Allah karena kesabarannya menghadapi istrinya. Beliau tinggal di dekat pegunungan ini.”

Mendengar cerita ini Syekh Abdurrahman Bajalhaban kaget, setinggi inikah nilai kesabaran dirinya di sisi Allah SWT? Maka beliau pun berpamit pulang ke desanya tanpa mengemukakan alasan yang jelas. Karena beliau menganggap hidup bersabar bersama istri cerewet ternyata memiliki nilai lebih besar dari pada berkholwat (menyepi) bersama orang-orang yang beribadah. Dan teman-temannya mempersilahkan beliau pulang tanpa mengetahui apa alasan beliau dan siapakah beliau sebenarnya, karena memang beliau tidak pernah memperkenalkan nama beliau kepada mereka.

Allah SWT bersabda: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

0 Response to "ARTI SEBUAH SABAR"

Post a Comment